:D:D:D:D:D:D

Jumat, 10 September 2010

Fisis Determinis dan Posibilis

FISIS DETERMINIS

Pagi itu ada seorang pemuda yang sedang berkelana. Berkelana adalah hidupnnya. Singkat cerita, dia mulai berjalan di tengah hutan rimba yang sangat rimbun dan juga indah, kicauan burung menghiasi derap langkahnya, dan saat itu juga, saat menikmati kicauan para burung itu, dia merasa ada yang aneh di dalam perutnya. Ya! Itu adalah panggilan alam dimana dia merasa perutnya sangat kosong dan cacing-cacing diperutnya mulai meronta-ronta meminta makan. Dan akhirnya dia menyerah. Dia memilih untuk memburu salah satu burung yang pada awalnya dia anggap suatu satwa yang sangat indah, tetapi karena perutnya sudah tidak dapat berkompromi lagi, apa boleh buat... Dia mengambil senapan yang sudah terisi peluru dan membidikannya ke arah salah satu burung yang dengan gembira melintas kesana-kemari. Setelah mendapatkan seekor burung, dia pun membersihkannya dan segera membakarnya di atas ranting-ranting yang telah membara. Setelah menunggu cukup lama, dia segera menyantap burung bakar yang menurutnya sangat lezat itu. Setelah itu, dia merasa sangat kehausan. Dia pun segera mencari sumber air minum terdekat yang ada di sekitarnya. Yap! Akhirnya dia mendapati sungai yang sangat jernih mengalir dihadapannya. Kemudian dengan sigap dia segera meminum air sebanyak-banyaknya. Dan tak lupa dia juga mengambil air untuk perjalanan selanjutnya dengan mengisikannya ke dalam wadah yang telah dia siapkan. Setelah perutnya terisi dan rasa hausnya hilang, dia teringat perkataan seorang gurunya, "Jadilah seperti padi. Semakin berisi semakin merunduk.". Tanpa pikir panjang, dia mengambil posisi di bawah pohon untuk tidur sejenak (benar-benar murid yang patuh..  -__-') . 


Setelah dia terbangun, dia melanjutkan perjalannya dan kembali menikmati suara kicauan burung-burung yang mungkin saja salah satu di antara mereka telah kehilangan saudaranya. Selain kicauan burung, dia juga mendengar suara deburan-deburan ombak. Dia terdiam sesaat, lalu berfikir dalam hati ‘apaaa??? Suara ombak? Apakah aku tidak salah dengar?’ setelah menyadari bahwa dia mendengar suara deburan-deburan ombak itu, dia segera mencari sumber suara itu. Dia mempercepat langkahnya. 

Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya dia mendapati pantai yang sangat jauh di ujung hutan tempat dia berpijak sekarang. Dengan antusias dia berlari ke arah pantai itu. Dan ternyata di dekat pantai ada sebuah gubuk tua yang dia tak habis fikir dapat tetap berdiri walaupun biasanya air laut tentunya dapat menerjangnya kapanpun air itu mau. Dia merebahkan dirinya di sana, sambil menikmati matahari yang perlahan terbenam di hadapannya. Akhirnya, dia berfikir untuk mencari cadangan makanan untuk makan malamnya nanti. Dia ingin kembali ke hutan dan menembak burung yang seperti yang dia makan tadi. Tetapi jarak untuk ke sana cukup jauh, dia berfikir dalam hati ‘kalau aku ke sana lagi, pastilah hari sudah mulai gelap, dan akan sangat sulit untuk berburu’. Dengan fikirannya itu , akhirnya dia mempunyai ide untuk memancing ikan di laut saja daripada dia jauh-jauh ke dalam hutan lagi. Dia mengambil ranting dan meruncingi ujungnya. Niat awalnya dia ingin memancing, tetapi apadaya, dia tak membawa peralatan untuk itu. Alhasil, dia hanya membidik salah satu, dua, dan tiga ikan yang sekarang telah mati di hadapannya. Dia membakarnya lagi dengan ranting seadanya yang ada di sekitarnya. Hari pun lama-lama menjadi gelap, gelap, dan mulai mencekam. Dia juga manusia, walaupun dia adalah petualang sejati, dia tetap memiliki rasa takut terhadat apa yang dinamakan dengan hantu. Tanpa berfikir panjang setelah dia menghabiskan ikan-ikan bakarnya itu, dia langsung bergegas kembali ke gubuk yang tanpa sengaja dia temukan itu. Dia tertidur dengan sangat lelapnya.
Inspiration from: happy feet film

Taukah kalian bahwa sebenarnya pemuda ini menceritakan kepada kita tentang sebuah teori, yaitu teori FISIS DETERMINIS. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Fredrich Ratzel, pada tahun . Teori ini menyatakan bahwa alam itu mempengaruhi  kehidupan manusia. Seperti yang terjadi pada pemuda di atas. Pemuda itu adalah seorang petualang, dia mendapatkan makanannya dari alam, dan alam itu menentukan apa yang bisa dimanakan oleh si-pemuda itu. Jadi di  mana tempat pemuda itu berpujak, di sanalah dia mendapatkan makanan yang juga sesuai dengan lingkungannya. Di sini manusia lebih bertindak pasif, karena alam yang mempengaruhi kehidupan manusia.




FISIS POSIBILIS



Seorang anak yang sudah cukup dewasa sedang bersantai-santai di depan rumah sambil membaca komik. Dia melihat ibunya yang keluar dari dalam rumah sambil membawa satu kantung plastic yang dia belum tau apa isi di dalamnya. Dia bertanya kepada ibunya, “Bu, apa itu?” (sambil menunjuk ke arah kantung plastic yang dibawa ibunya) Ibu menjawab dengan entengnya, “Sampah kepala ikan yang akan ibu buang di belakang sana.” Ya… itu adalah suatu tempat dimana para ibu-ibu sering membuang sampah-sampah kecil rumah tangga. Si-anak membalas, “Bu, bukannya tempat itu sudah dilarang untuk dibuangi sampah ya?” ibu menjawab, “iya nak, tapi ini hanyalah sampah kecil yang tidak akan menyebabkan tanah lapang yang curam itu longsor atau pun di sekitar polusi-polusi seperti apa yang telah dikatakan oleh Pak RT kemarin.” Anak ini kembali membantah, “Bu, ibu-ibu di perkampungan kita kan cukup banyak. Bayangkan saja apa yang terjadi bila semua ibi-ibu ini beranggapan sama seperti ibu, dan tetap membuang sampah ini ke belakang itu? Dan besar kecil atau banyak sedikitnya setiap orang itu beda kan? ” ibunya menjawab sambil berjalan terus, “Alah nak, tak usah berfikir sejauh itu. Ibu juga hanya membuang satu kantung ini.” Anak ini berbicara sendiri, “Bagaimana kalau semua ibu-ibu di perkampungan ini membuang sampah rumah tangga mereka di sana? Dan bagaimana kalau ini terjadi sampai bertahun-tahun? Pasti sampah di sana menggunung.” (-_________-)
Anak ini adalah seorang anak yang sangat berpotensial, tapi dia juga pemalas. Jadi dia hanya berkata-kata tapi tidak melakukan apa-apa. Jadi setelah beberapa tahun, tempat sampah besar itu menjadi semakin besar. Tak ada satu orangpun yang mau mengurusinya atau bertindak untuk mengurangi volume sampah. Benar apa yang dikatakan oleh pemuda itu, sekarang tempat itu menjadi sangat kumuh dan menjijikan. Apa boleh buat? Dia pasti tidak sanggup membersihkan semua itu. Alhasil, semua sampah-sampah itu dibiarkan seperti itu, bau yang tidak enak, pemandangan yang sangat tidak nyaman untuk dipandang, dan juga pemukiman para penduduk yang mulai kumuh. Itulah hasil dari kelalaian manusia. Memang gampang untuk berfikir dan gampang sekali untuk berkata-kata. Tetapi apakah anda tau kalau dalam bertindak itu harus memilki niat dan pendirian yang teguh untuk apa yang harus dia lakukan? Sebaiknya kita sebagai pemimpin di bumi ini, kita dapat menjaga agar bumi ini tetap menjadi tempat ternyaman bagi kita semua.
Cerita di atas mengingngatkan tentang suatu teori yang ditemukan oleh Vidal de la Blache yang dinamakan FISIS POSOBILIS. Teori ini mengatakan bahwa, perbuatan manusia itu mempengaruhi keadaan alam. Jadi, apa yang terjadi di alam ini sebagian besar adalah perbuatan manusia. Jadi bila ala mini ada di tangan kita, mau kita apakan ala mini? Kita dapat menentukannya. Yah… di sini manusia berperan aktif dalam proses perubahan alam.

2 komentar: